Tantangan yang Dihadapi Lansia di Indonesia
Tantangan yang Dihadapi Lansia di Indonesia

By Administrator 25 Sep 2019, 14:10:23 WIB Gaya Hidup
 Tantangan yang Dihadapi Lansia di Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia memasuki negara aging society atau berpenduduk tua. Artinya, jumlah penduduk lanjut usia atau lansia mencapai lebih dari tujuh persen dari total jumlah penduduk. Fakta ini membuat lansia di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan kehidupan.

Berdasarkan data dari Bappenas dan BPS, pada 2015 jumlah lansia atau orang yang berusia di atas 60 tahun tercatat sebanyak 8,5 persen. Pada 2020, jumlah lansia diprediksi bertambah menjadi 10 persen.

"Orang lansia bertambah banyak dan juga bertambah tua. Ini akan meningkat terus," kata Ketua Persatuan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi), dr Siti Setiati di Kementerian Kesehatan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Saat ini, tercatat hanya terdapat 13,3 persen lansia yang sehat dan dapat menjalankan aktivitas di Indonesia. Sebanyak 61,6 persen lansia yang menjelang renta dan 25 persen sudah renta atau sudah tidak dapat lagi melakukan aktivitas sehari-hari.

Siti menjelaskan, lansia di Indonesia memiliki sejumlah tantangan karena karakteristik yang berbeda dengan orang muda.

Orang yang berusia muda memiliki karakteristik mandiri, dapat melakukan aktivitas sehari-hari, memiliki kognisi dan fungsional yang baik, dan tidak memiliki penyakit atau hanya satu penyakit saja.

Berbeda dengan lansia yang sudah lagi tak mandiri atau bergantung dengan orang lain, tidak bisa melakukan aktivitas sendiri, membutuhkan pengasuh, kognisi dan fungsional yang menurun, masalah psikososial yang kompleks, dan memiliki multipel penyakit.
 

"Penyakitnya bukan hanya satu tapi bisa lima, enam, atau tujuh. Ini memiliki konsekuensi dan butuh penanganan yang komprehensif," ucap Siti yang merupakan dokter ahli dalam ilmu penuaan.

Karakteristik ini membuat tantangan bagi lansia di Indonesia cukup banyak. Pertama, kata Siti, adalah mengalami meninggal dunia karena penyakit kronis tidak menular seperti diabetes, jantung, dan stroke.

Risiko malapraktik untuk lansia juga akan meningkat. Ini terjadi karena penyakit yang banyak tapi tidak ditangani secara komprehensif.

Muncul pula kekerasan terhadap orang tua atau elderly abuse. Seperti orang tua yang tak diurus atau ditelantarkan.

Lansia di Indonesia juga membutuhkan layanan berbasis jangka panjang. Pelayanan kesehatan untuk lansia di rumah sakit dan puskesmas juga perlu ditingkatkan.

Menurut Siti, pelayanan untuk lansia yang ada saat ini masih belum maksimal. Tercatat di Indonesia hanya terdapat 88 rumah sakit yang memiliki layanan khusus lansia dan konsultan geriatri baru berjumlah 70 orang saja.

"Saat ini kami sedang beri pelatihan untuk memperbanyak dokter yang bisa menangani lansia," ucap Siti.

Kementerian Kesehatan juga menyatakan sudah menyiapkan sejumlah program untuk pencegahan penyakit pada lansia dan juga pelayanan yang komprehensif.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Robby Prihandaya

    Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Robby Prihandaya

    Anda penyuka Transformer? Tentu hal yang paling menarik saat menonton film Transformer salah ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video